• Latest News

    Sunday, 12 February 2017

    Prosedur Transfusi Darah Sesuai SOP

    Prosedur Transfusi Darah

    A. PENDAHULUAN
    Cairan intravena dapat efektif dalam mengembalikan volume (darah) intravaskular, namun cairan intravena tidak mempengaruhi kemampuan darah untuk membawa oksigen. Jika sel darah merah dan sel darah putih, trombosit atau protein darah hilang karena perdarahan atau penyakit, maka perlu dilakukan penggantian cairan berupa komponen-komponen darah tersebut guna mengembalikan kemampuan darah untuk menstransport oksigen dan karbondioksida, untuk membuat bekuan darah, untuk melawan infeksi dan mempertahankan cairan ekstrasel tetap berada didalam kompartemen intravaskuler.

    B. PENGERTIAN
    Transfusi darah adalah memasukkan darah lengkap atau komponen darah kedalam sirkulasi vena.

    C. TUJUAN
    Umum :
    Untuk memenuhi kebutuhan sel darah : eritrosit, leukosit, trombosit, plasma atau protein tubuh.
    Khusus :
    - Untuk mengembalikan volume darah setelah perdarahan hebat
    - Untuk mengembalikan kemampuan darah membawa oksigen
    - Untuk memberikan faktor plasma, seperti faktor hemolitik (antihemophilic factor, AHF) atau faktor VII atau konsentrasi trombosit yang mencegah atau mengobati perdarahan

    D. PEMILIHAN DONOR DARAH
    Donor darah tidak boleh dilakukan oleh individu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis, infeksi HIV (atau orang yang memiliki faktor resiko terinfeksi HIV), penyakit jantung, kanker berat, asma berat, gangguan perdarahan, atau kejang. Donasi dapat ditunda untuk individu yang mengalami malaria atau pernah terpajan malaria atau hepatitis atau sedang hamil, pembedahan, anemia, tekanan darah tinggi, atau rendah dan individu yang sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

    E. DARAH DAN PRODUK DARAH UNTUK TRANSFUSI
    Sebagian besar klien tidak membutuhkan transfusi darah lengkap. Sering kali transfusi berupa komponen tertentu adalah transfusi yang lebih tepat.
    Produk
    Manfaat
    Darah lengkap
    Tidak umum digunakan kecuali pada kasus perdarahan akut yang ekstrem. Menggantikan volume darah dan semua produk darah : SDM, plasma, protein plasma, trombosit segar, dan faktor pembekuan lain.
    Sel darah merah
    Meningkatkan kemampuan darah dalam membawa oksigen pada pasien anemia, pembedahan atau klien yang menderita gangguan perdarahan lambat. Satu unit meningkatkan hematokrit sekitar 4%.
    Sel darah merah otolog
    Menggantikan darah setelah pembedahan elektif yang direncanakan. Klien mendonorkan darahnya untuk transfusi otolog pada minggu 4-5 minggu sebelum pembedahan.
    Trombosit
    Menggantikan trombosit pada klien yang menderita gangguan perdarahan atau defisit trombosit. Trombosit segar adalah yang paling efektif.
    Plasma beku segar
    Memperbanyak volume darah dan memberikan faktor pembekuan darah. Tidak perlu digolongkan dan dicocokkan (tidak mengandung SDM).
    Fraksi albumin dan protein plasma
    Ekspander volume darah : memberikan protein plasma.
    Faktor pembekuan darah dan kriopresipitat
    Digunakan pada klien yang mengalami defisiensi faktor pembekuan. Masing-masing memberikan faktor berbeda yang terlibat dalam jalur pembekuan darah : Kriopresipitat juga mengandung fibrinogen.

    F. PROSEDUR TRANSFUSI DARAH SESUAI SOP
    a. Fase Pra Interaksi
    1. Mengecek program terapi medik
    2. Mempersiapkan alat :
    - Unit darah lengkap atau paket sel darah merah
    - Set pemberian darah (transfusi set)
    - Salin normal (NaCl 0,9%) 250 ml untuk infus
    - Tiang infus
    - Aboket/IV kateter/set punksi vena jarum ukuran 18 atau 19 (jika belum terpasang)
    - Larutan povidon iodine
    - Swab alcohol
    - Plester
    - Sarung tangan bersih
    - Pengalas/perlak
    - Alat tulus (pen dan catatan)
    - Label pemasangan infus (jam, tanggal, terapi, tetesan)
    B. Fase Interaksi
    3. Mengucapkan salam terapeutik
    4. Melakukan validasi atau evaluasi
    5. Melakukan kontrak (topik, waktu, dan tempat)
    6. Menjelaskan tujuan dan langkah-langkah tindakan
    7. Menjaga privasi klien
    C. Fase Kerja
    8. Mencuci tangan dan menggunakan hand scoon
    9. Meletakkan alat kedekat pasien
    10. Mengatur posisi pasien
    11. Pertahankan teknik aseptik saat menyiapkan cairan infus :
    - Gantungkan cairan infus (NaCl 0,9%) pada tiang infus dan lakukan desinfeksi tutup botol cairan infus dengan kapas alkohol/swab antiseptic
    - Lepaskan selang transfusi set dari wadah dan tarik keluar
    - Geser klem selang disepanjang selang sampai berada tepat dibawah bilik tetes untuk memfasilitasi aksesnya
    - Tutup klem selang transfusi set
    - Biarkan ujung selang transfusi set tetap tertutup plastik sampai transfusi set dipasang (untuk mempertahankan kesterilan ujung selang)
    - Lepaskan tutup botol/kantong cairan infus dan tusukan selang transfusi set ke botol/kantong cairan infus
    - Isi “Chamber” dengan cairan infus 1/3-1/2 bagian dan alirkan cairan sampai keujung selang. Jika didalam selang masih ada udara, maka buka tutup jarum dan keluarkan udaranya hingga tidak ada, selanjutnya klem selang infus dan tutup jarum kembali.
    12. Memberikan label pada botol cairan infus NaCl 0,9% 250 ml (tanggal dan jam pemasangan, tanggal dan jam dilepaskan, terapi, tetesan).

    Prosedur Transfusi Darah

    13. Tentukan area penusukan intravena kateter pada bagian distal terlebih dahulu dan pilih vena yang besar, bila perlu cukur bulu pada area penusukan.
    14. Letakkan pengalas dibawah area penusukan.
    15. Memasang torniquet 5-15 cm diatas vena yang akan ditusuk sampai vena terlihat jelas dan membersihkan area penusukan dengan kapas alkohol/swab antiseptic. Untuk memobilisasi vena lakukan peregangan kulit dengan cara menarik kulit dengan kuat kebagian distal.
    16. Membuka jarum (aboket/vemflon), pegang kuat dengan tangan dominan lalu masukkan jarum infus (aboket/vemflon) kedalam vena sepanjang 1 cm dengan lubang jarum menghadap keatas dengan sudut 15-30 derajat.
    17. Perhatikan keluarnya darah melalui jarum (aboket/vemflon). Jika terlihat ada darah dalam jarum (aboket/vemflon) maka tarik keluar bagian dalam jarum sejauh 1 cm sambil menyusupkan bagian luarnya lebih jauh kedalam vena.
    18. Fiksasi tempat penusukan dengan menggunakan hansaplas, buka torniquet, lalu tekan pada bagian atas vena dengan menggunakan ibu jari tangan kiri agar darah tidak keluar. Kemudian jarum bagian dalam ditarik keluar, selanjutnya sambungkan aboket/vemflon dengan selang infus set secara cepat dan cermat.
    19. Buka klem pada selang transfusi set dan bila tidak ada tanda-tanda infiltrasi dan cairan infus dipastikan menetes dengan baik, kemudian melakukan fiksasi jarum (aboket/vemflon) dengan plester (catatan : tempat penusukan dapat ditutup dengan kasa + betadin).
    20. Menghitung tetesan infus NaCl 0,9% dengan seksamaa sesuai instruksi.
    21. Dapatkan komponen darah yang tepat untuk klien :
    - Periksa program dokter sesuai instruksi
    - Periksa format permintaan dan label kantong darah dengan seorang teknisi laboratorium atau sesuai kebijakan lembaga. Khususnya periksa nama klien, nomor identitas, golongan darah (A, B, AB atau O) dan kelompok Rh klien, nomor donor darah, dan tanggal kadaluarsa darah. Periksa adanya ketidaknormalan warna, gumpalan SDM, gelembung udara dan bahan asing lainnya. Kembalikan darah yang sudah kadaluarsa atau yang tidak normal ke bank darah
    - Dengan perawat lain, bandingkan catatan darah laboratorium dengan : nama, nomor identitas klien, nomor pada label kantong darah, golongan darah (A, B, AB atau O dan tipe Rh) pada label kantong darah
    - Jika ada informasi yang tidak begitu cocok, beritahu perawat yang bertanggung jawab dan bank darah. Jangan memberikan darah sampai ketidakcocokan diperbaiki atau diklarifikasi.
    - Tanda tangani format yang tepat dengan perawat lain sesuai dengan kebijakan lembaga.
    - Pastikan bahwa darah ditinggalkan pada suhu ruangan tidak lebih dari 30 menit sebelum memulai transfusi. SDM akan rusak dan kehilangan keefektifannya setelah ditinggalkan selama 2 jam pada suhu ruangan. SDM yang lisis melepaskan kalum ke aliran darah yang menyebabkan hiperkalemia. Lembaga dapat menetapkan waktu yang berbeda untuk mengembalikan darah ke bank darah jika kantong darah tersebut tidak dipakai. Saat komponen darah menghangat maka risiko pertumbuhan bakteri juga meningkat. Jika pemberian transfusi darah ditunda tanpa terduga maka kembalikan darah ke bank darah. Jangan menyimpan darah didalam kulkas. Suhu kulkas tidak secara tepat diatur dan darah dapat menjadi rusak.
    22. Pastikan identitas klien.
    - Tanyakan nama lengkap klien
    - Periksa gelang tangan klien untuk melihat nama dan nomor identitasnya. Jangan memberikan darah ke seorang klien yang tidak menggunakan gelang tangan
    23. Susun perlengkapan transfusi set :
    - Pastikan bahwa filter darah didalam bilik tetes tepat untuk darah lengkap atau komponen darah yang akan ditransfusikan. Setelah cairan NaCl 0,9% diberikan sebelum memulai transfusi darah untuk membersihkan kateter IV dari lauran atau obat yang tidak sesuai. Tutup klem transfusi set.
    24. Persiapan kantong darah :
    - Balikkan kantong darah secara perlahan beberapa kali untuk mencampur sel-sel darah dengan plasma. Membalikkan kantong darah dengan kasar dapat merusak sel-sel darah.
    - Buka port kantong darah dengan menarik carikannya kebelakang.
    - Tusukan transfusi set kedalam kantong darah
    - Gantung kantong darah
    - Buka klem transfusi set secara perlahan
    25. Tetapkan transfusi darah :
    - Darah akan mengalir kedalam bilik tetes yang sebelumnya telah berisi cairan NaCl 0,9%
    - Ketuk-ketuk filter untuk mengeluarkan setiap residu udara didalam filter
    - Atur kembali kecepatan aliran darah dengan klem transfusi set
    26. Pantau klien secara ketat selama 5 sampai 10 menit pertama :
    - Alirkan darah secara perlahan selama 15 menit pertama dengan tetesan 20 tetes per menit
    - Perhatikan adanya reaksi transfusi yang merugikan, seperti mengigil, mual, muntah, takikardi. Mengidentifikasi reaksi tersebut dengan cepat guna meminimalisir akibat dari reaksi transfusi.
    - Ingatkan klien atau keluarga untuk memanggil perawat jika gejala yang tidak lazim dirasakan saat transfusi.
    - Jika reaksi ini terjadi maka laporkan pada perawat yang bertanggung jawab dan lakukan tindakan keperawatan yang tepat.
    27. Dokumentasikan data yang terkait :
    - Catat waktu mulai pemberian darah, termasuk tanda-tanda vital, jenis darah, nomor unit darah, nomor urut (mis, nomor 1 dan 3 unit darah yang diprogramkan), tempat punksi vena, ukuran jarum, dan kecepatan aliran darah.
    28. Pantau klien :

    - Lima belas menit setelah memulai transfusi, periksa TTV klien. Jika tidak ada tanda-tanda reaksi tetapkan kecepatan aliran yang dibutuhkan.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Prosedur Transfusi Darah Sesuai SOP Rating: 5 Reviewed By: Catatan Perawat
    Scroll to Top