• Latest News

    Monday, 12 February 2018

    SP 1 Isolasi Sosial

    sp 1 isolasi sosial

    KEPERAWATAN JIWA

    Nama Perawat           : Perawat E
    Nama Pasien              : Ny. A
    Hari/ Tanggal            : Sabtu/ 27 Februari 2018
    Pertemuan Ke           : 2 (Tiga)
    SP                               : 1 Isolasi Sosial

    A. Proses Keperawatan
    1. Kondisi Klien
    Data subjektif :
    ·      Klien mengatakan malas berinteraksi dengan orang lain.
    Data objektif :
    ·      Klien tampak menyendiri.
    ·      Klien tidak mau melakukan aktivitas di luar kamar.
    ·      Klien tidak mau melakukan interaksi dengan yang lainnya.
    2. Diagnosa Keperawatan
    Isolasi Sosial
    3. Tujuan Keperawatan
    ·      Klien dapat membina hubungan saling percaya.
    ·      Klien dapat menyebutkan penyebab isolasi sosial.
    ·      Klien mampu menyebutkan keuntungan dan kerugian punya teman dan bercakap-cakap.
    ·      Klien mampu berkenalan dengan orang lain
    ·      Klien dapat memasukkan kegiatan berkenalan dalam jadwal harian
    4. Tindakan Keperawatan
    ·      Identifikasi penyebab isolasi social : siapa yang serumah, siapa yang dekat, yang tidak dekat dan apa sebabnya
    ·      Menjelaskan keuntungan dan kerugian punya teman serta bercakap-cakap
    ·      Latih cara berkenalan dengan pasien, perawat atau tamu
    ·      Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan berkenalan

    B. Strategi Komunikasi Teraupetik
    1. Fase Orentasi
    a. Salam Terapeutik.
    Assalamualaikum, Selamat pagi ibu, Masih ingat dengan saya? Cobat tebak siapa? (tidak usah perkenalan karena sudah pertemuan yang kedua).
    b. Evaluasi/ Validasi :
    Bagaimana perasaannya hari ini bu? Kegiatan apa saja yang sudah ibu lakukan hari ini ?
    c. Kontrak :
    Baiklah bu bagaimana kalau kita berbincang-bincang mengenai masalah ibu ? Waktunya sekitar 15 menit. Tempatnya disini saja. Apakah ibu bersedia?

    2. Fase Kerja
    Kalau boleh tau dengan siapa saja ibu tinggal serumah ? Orang yang paling dekat dengan ibu siapa ? Penyebab ibu merasa dekat dengan orang tersebut apa ? Siapa teman atau anggota keluarga ibu yang tidak dekat dengan ibu? apa yang menyebabkan ibu tidak dekat dengan orang tersebut ?
    Menurut ibu apa saja keuntungan kalau kita mempunyai teman ? Wah benar bagus sekali ibu, kita mempunyai teman memang untuk bercakap-bercakap. Selain itu apa lagi bu ? Baiklah kalau kerugiannya kita tidak punya teman apa saja bu ? Benar bagus sekali bu, selain itu apa lagi bu ? Banyak sekali ya bu kerugian jika tidak punya teman. Baiklah kalau begitu bagaiamana kalau ibu belajar berteman dengan orang lain ? Baiklah saya akan mengajarkan ibu cara berkenalan. Begini bu, untuk berkenalan dengan orang lain, pertama-tama ucapkan salam sebutkan nama dan nama panggilan. Contohnya: Assalamu’alaikum nama saya Anjar, senang dipanggil Anjar. Kemudian ibu menanyakan nama orang yang ibu ajak berkenalan. Contohnya nama ibu siapa ? senang dipanggil apa?  Ayo bu coba kita praktekkan ya. Misalnya kita belum saling kenal jadi coba ibu berkenalan dengan saya.
    Baiklah bagus sekali ibu, coba sekali lagi bu, wah bagus sekali ibu. Setelah belajar cara berkenalan dengan orang lain tersebut ibu bisa melanjutkan pembicaraan tentang hal-hal yang ibu bincangkan. Misalnya tentang hobi, cuaca, tentang keluarga, pekerjaan dan lain-lain, nah bagaimana kalau kegiatan berkenalan dengan orang lain kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian ibu.

    3. Fase Terminasi
    a. Evaluasi subjektif dan objektif :
    Bagaimana perasaan ibu setelah kita berlatih cara berkenalan ? Bisa ibu praktekkan kembali cara berkenalan ?
    b. RTL
    Bagaimana kalau kegiatan berkenalan dengan orang lain kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian ibu. Mau jam berapa ibu latihan?
    c. Kontrak yang akan datang :

    Baik lah bu bagaimana kalau besok kita berbincang-bincang mengenai cara bercakap-cakap pada saat melakukan kegiatan harian. Apakah ibu bersedia? Ibu mau jam berapa ? Bagaimana kalau jam 10:00 ? Baiklah ibu besok saya akan kesini jam 10:00 WIB. Ibu maunya dimana kita berbincang-bincang ? Bagaimana kalau di ruang tamu? Baiklah sampai jumpa besok ya bu, terima kasih atas kerja samanya. Saya permisi Assalamualaikum WR,WB.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: SP 1 Isolasi Sosial Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top