• Latest News

    Wednesday, 21 March 2018

    SP 1 Resiko Perilaku Kekerasan


    sp 1 rpk

    KEPERAWATAN JIWA

    Nama Perawat           : Perawat E
    Nama Pasien              : Tn. A
    Hari/ Tanggal            : Rabu/ 21 Maret 2018
    Pertemuan Ke           : 2 (Tiga)
    SP                               : 1 Resiko Perilaku Kekerasan

    A. Proses Keperawatan
    1. Kondisi Klien
    Data subjektif :
    ·      Klien mengatakan mempunyai riwayat perilaku kekerasan
    ·      Klien mengatakan terkadang suka merasa marah sendiri tanpa sebab yang jelas
    Data objektif :
    ·      Klien tampak tegang saat berkomunikasi
    ·      Saat berbicara nada bicara klien terasa kasar
    ·      Pandangan tajam dan mata melotot
    ·      Nada suara yang tinggi
    ·      Tangan terlihat seperti mengepal menahan amarah
    2. Diagnosa Keperawatan
    Resiko Perilaku Kekerasan
    3. Tujuan Keperawatan
    ·      Klien dapat membina hubungan saling percaya
    ·      Klien dapat menyebutkan penyebab, tanda dan gejala, pk yang dilakukan, akibat perilaku kekerasan
    ·      Klien dapat mempraktakken cara mengontrol perilaku kekerasan dengan tarik nafas dalam
    ·      Klien dapat memasukkan kegiatan mengontrol perilaku kekerasan dalam jadwal harian
    4. Tindakan Keperawatan
    ·      Identifikasi penyebab, tanda dan gejala, pk yang dilakukan dan akibat perilaku kekerasan
    ·      Menjelaskan cara mengontrol pk : fisik, verbal, obat dan spiritual
    ·      Latih cara mengontrol pk dengan fisik yaitu tarik nafas dalam dan pukul bantal
    ·      Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan mengontrol pk dengan fisik

    B. Strategi Komunikasi Teraupetik
    1. Fase Orentasi
    a. Salam Terapeutik.
    Assalamualaikum, Selamat pagi pak, Masih ingat dengan saya? Cobat tebak siapa? (tidak usah perkenalan karena sudah pertemuan yang kedua).
    b. Evaluasi/ Validasi :
    Bagaimana perasaannya hari ini pak? Saya perhatikan bapak suka merasa kesal dan marah, apakah bapak sekarang masih merasa ingin marah?
    c. Kontrak :
    Baiklah pak bagaimana kalau kita berbincang-bincang mengenai masalah bapak? Waktunya sekitar 15 menit. Tempatnya disini saja. Apakah bapak bersedia?

    2. Fase Kerja
    Baiklah bisa bapak ceritakan apa yang membuat bapak marah seperti ini? Apakah sebelum ini bapak pernah merasa marah? Kalo boleh saya tahu penyebab bapak marah karena apa? Pada saat bapak marah apa yang bapak rasakan? Apakah bapak merasa tangan mengepal dan ingin memukul sesuatu, mata melotot dan dada berdebar-debar? Sesudah itu apa yang bapak lakukan? Apakah dengan cara marah masalah bapak dapat terselesaikan? Tentu tidak pak, apa kerugian yang bapak alami? Menurut bapak adakah cara lain yang lebih baik untuk mengatasi marah bapak? Baiklah maukah bapak belajar bersama saya tentang cara mengungkapkan kemarahan yang baik? Jadi ada beberapa cara untuk mengontrol kemarahan bapak, salah satunya yaitu dengan cara fisik, pada saat bapak melakukan kegiatan fisik rasa marah bapak akan tersalurkan. Ada beberapa cara fisik mengontrol kemarahan, bagaimana kalau kita belajar satu cara terlebih dahulu? Baiklah cara fisik yang pertama yaitu tarik nafas dalam. Jadi begini pak pada saat bapak merasakan tanda-tanda marah bapak maka bapak bisa berdiri atau duduk dengan rileks lalu tarik nafas dalam dari hidung tahan sekita 5 detik lalu hembuskan perlahan melalui mulut lakukan 5 kali ya pak. Bisa bapak praktekkan apa yang saya praktekkan tadi? Iya bagus sekali pak, bapak sudah bisa melakukan cara fisik mengontrol marah yaitu tarik nafas dalam. Baiklah pak bagaimana kalau latihan tarik nafas dalam ini rutin bapak lakukan jadi sudah terbiasa sewaktu-waktu.

    3. Fase Terminasi
    a. Evaluasi subjektif dan objektif :
    Bagaimana perasaan bapak setelah kita berlatih cara fisik mengontrol kemarahan : tarik nafas dalam? Bisa bapak praktekkan kembali cara fisik montrol kemarahan : tarik nafas dalam?
    b. RTL
    Bagaimana kalau kegiatan tarik nafas dalam kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian bapak, jadi setiap bapak akan marah bapak praktekkan ya cara tarik nafas dalam ini.
    c. Kontrak yang akan datang :
    Baik lah pak bagaimana kalau besok kita berbincang-bincang mengenai cara mengontrol marah dengan cara fisik yang kedua yaitu pukul bantal. Apakah bapak bersedia? bapak mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 10:00? Baiklah bapak besok saya akan kesini jam 10:00 WIB. Bapak maunya dimana kita berbincang-bincang ? Bagaimana kalau di ruang tamu? Baiklah sampai jumpa besok ya pak, terima kasih atas kerja samanya. Saya permisi Assalamualaikum WR,WB.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: SP 1 Resiko Perilaku Kekerasan Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top